====================
01 - Anak Terkutuk
"Hehe. Akhirnya tertangkap juga kau, bocah sialan!"
Aku dilempar keluar dari toko, seakan-akan seperti sampah.
Tubuhku terbaring di jalanan yang basah, dan roti yang baru saja kucuri sekarang kotor dengan tanah.
"Beraninya kau mencuri dariku! Dasar tikus sialan!"
Perutku ditendang dengan sekuat tenaga, dan rasa darah mulai menyebar dalam mulutku.
Aku sudah bersiap untuk 《mati》 di hari pertama Aku memutuskan untuk 《mencuri》.
"Sekarang adalah hari pembalasanmu!"
"Hey, jangan lakukan sendiri! Bocah tengik ini juga mencuri dariku!"
Para orang dewasa di depanku secara bergantian menunggu untuk menghajarku.
"A...Apa-apaan matamu itu? Kau mau mengeluh pada kami?"
Ya, bisa dibilang begitu.
Aku sangat lapar dan hampir mati.
Kalau tidak, takkan pernah Aku mencuri dari kalian.
Ah, dunia ini tidak adil.
Banyak yatim piatu yang hidup diambang kematian sepertiku, disaat yang lain hidup dengan kenyamanan rumahnya.
Bangsawan.
Begitulah orang yang terlahir dengan posisi istimewa di dunia ini disebut.
Sekarang, disaat Aku harus mencuri roti yang sudah dilumuri tanah, mereka mungkin sedang makan sup hangat bersama keluarganya.
Tidak mungkin mereka mengerti perasaanku, yang selalu mencari makanan dari tumpukan sampah sejak pertama Aku bisa mengingat keadaanku.
"Hey, bocah ini memelotiku dengan mata busuknya!"
"Sialan! Kau jilat saja jalanan kotor ini!"
Dengan suara histeris, salah satu dari mereka mengambil sesuatu yang tergeletak di jalan dan melemparnya kepadaku.
Sebuah batu melayang kearahku.
Kalau batu itu mengenaiku, Aku pasti akan terluka.
Namun, Aku tidak akan menghindar.
Entah mengapa, rasanya Aku bisa menangkis batu tersebut dengan mudah.
"Ah! Lihat, itu... sihir!?"
Mereka berteriak.
Batu yang tadinya melayang kearahku tertangkis oleh angin dan membuat para orang dewasa tersebut merinding ketakutan.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa dia menggunakan sihir?"
"Kukira sihir hanya dimiliki bangsawan saja!"
Mereka berteriak satu sama lain.
Aku baru tahu setelah kejadian ini.
Katanya, hanya keluarga bangsawanlah yang terlahir dengan memiliki sihir dalam diri mereka.
Tapi, selalu ada pengecualian untuk semua hal di dunia ini.
Rakyat jelata yang memiliki sihir sepertiku disebut sebagai 《Darah Terkutuk》 dan diberlakukan dengan buruk.
Mungkin... dengan ini Aku bisa selamat?
Saat dimana mereka sedang ketakutan, Aku mengangkat kakiku dari jalanan berlumpur ini.
"Woi! Jangan lari kau!"
Kalau Aku sampai tertangkap, matilah sudah diriku ini.
Aku tidak memikirkan kemana tujuanku.
Tetapi, Aku terus berlari dibawah awan gelap malam hari.
Aku terus berjalan, hari demi hari.
Hujan yang tadinya turun berubah hingga menjadi salju.
Penghilatanku semakin buram, dan pikiranku perlahan menjadi kacau.
Aku tak memiliki tenaga lagi, jadi kusenderkan tubuhku ke dinding dalam sebuah gang di kota yang entah apa namanya, dan menyaksikan salju yang turun tak bersuara dari langit.
"Hehe. Hei nak, kondisimu terlihat buruk sekali."
Aku mendengar suara seseorang.
Saat mata beratku terbuka, ada seorang pria berdiri di depanku.
"Tulang rusukmu patah. Lalu malnutrisi dan juga tubuhmu membeku sampai seperti itu. Semua jarimu sekarang juga sudah mati rasa kan?"
Pria berambut abu-abu tersebut menganalisa kondisiku dan membicarakannya dengan santai, seperti membicarakan cuaca saja.
"Nak, ada dua pilihan. Pilihlah hal yang paling baik menurutmu."
Dia berbicara dengan serius, berbeda dengan gaya bicara sebelumnya.
"Apa kau ingin mati di jalanan dengan keadaanmu yang seperti ini? Atau kau ikut denganku dan hidup seperti seorang 《Pembunuh》?"
Pada saat itu, Aku terlalu muda untuk mengetahui makna dibalik kata 《Pembunuh》 tersebut.
Tetapi, Aku paham jika begini terus Aku akan mati ditengah dinginnya udara seperti ini.
Bukannya menjawab, Aku memegang tangan pria tersebut.
"Dengan begini kurasa kita sepakat ya. Kau, siapa namamu?"
"..."
Pria ini benar-benar keterlaluan, kupikir.
Dia tahu kalau Aku kesusahan mengeluarkan suara, tetapi dia tetap menanyakan namaku.
"Ar...s..."
"Hoo, baiklah. Mulai saat ini kau adalah anakku, Ars."
Saat itulah cahaya menyinari duniaku yang tadinya amat sangat gelap.
====================
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya
Comments
Post a Comment