====================
08 - Meritokrasi Palsu
"Diam! Semua peserta, berkumpul di tengah lapangan sekarang!" [?]
Sesaat setelah kami mengobrol, penguji datang ke lapangan ujian.
"Namaku adalah Bubhara, dan Akulah yang bertanggung jawab untuk ujian masuk sekolah ini." [Bubhara]
Pria bernama Bubhara ini memiliki penampilan layaknya seorang pria gendut tua yang hampir menginjak umur 40 tahun.
Jadi dia penguji ujian kami, huh.
Dia terlihat seperti orang yang tak pernah latihan sama sekali sebelumnya, apa bisa orang seperti ini mengevaluasi kemampuan para peserta?
"Akademi kita menganut kepercayaan 'Meritrokrasi'1. Jadi, kami takkan memberikan kalian hal bodoh seperti tes tertulis. Satu-satunya yang akan kami evaluasi, adalah hasil dari dua tes praktek yang ada!" [Bubhara]
Meritokrasi, huh?
Kalau benar, kurasa Aku akan menyukainya. Tapi, dari para peserta yang diterima pada masa penerimaan sebelumnya, kebanyakan dari mereka adalah bangsawan kelas atas.
Kebenaran dari tes ini masih patut dipertanyakan.
"Baik, kuingin kalian bersiap dengan tes yang sudah kusiapkan sekarang." [Bubhara]
Setelah itu, Bubhara menunjuk seubah "target" yang bediri diatas rumput lapangan.
Hmm?
Kelihatannya hanya sebuah target metal biasa, tes macam apa yang bisa dilakukan dengan itu?
Apa yang akan menjadi tantangan di ujian masuk Akademi Sihir Kerajaan, yang dianggap paling sulit seantero negeri?
Aku jadi sangat penasaran.
"Kalian lulus jika berhasil mengenai target tersebut dengan sihir kalian. Kalau tidak bisa, kalian gagal. Bagaimana? Mudah bukan?" [Bubhara]
Apa? Hanya perlu mengenai targetnya?
Omong kosong apa yang pria tua ini katakan?
"Dari sekarang, setiap kalian menggunakan sihir, cobalah kenai targetnya." [Bubhara]
Kalau hanya menggunakan sihir untuk mengenai target seperti ini, seharusnya semua orang bisa melakukannya.
"Mana mungkin...! Targetnya terlalu jauh, tahu!"
"Sudah kuduga... Level kesulitan ujian masuk Akademi ini memang sangatlah tinggi."
Hah? Mereka ini bicara apa sih?
Padahal hanya 20 meter, tapi mereka bilang terlalu jauh?
Memangnya apa gunanya mencapai target yang tidak bergerak?
Tidak ada! Berusaha untuk mengenai target yang tak bisa bergerak seperti ini hanya buang-buang waktu saja.
Karena, tidak mungkin musuhmu akan berdiam saja di pertarungan nyata!
Seperti biasa, Aku tak paham jalan pikir bangsawan seperti mereka.
-----------------------
#1 — Menurutut KBBI, meritokrasi adalah sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, senioritas, dan sebagainya. [https://id.wikipedia.org/wiki/Meritokrasi]
====================
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya
Comments
Post a Comment