====================
03 - Buffalo
"Nuooooo! Aku datang!"
Beberapa menit setelah membasmi target, Aku mendengar suara yang kukenal.
"Wow! Sudah selesai saja! Seperti yang kuduga dari Aniki! Semuanya selesai terlalu cepat!"
Masuk dengan menghancurkan tembok didepannya, lelaki berkepala besar muncul di depanku.
Namanya adalah Sajji.
Dia adalah penyihir yang hidup di dunia bayangan yang sama denganku, dan dia member junior di Guild Penyihir 《Nameless》.
Dia dijuluki "Buffalo, si Banteng Mengamuk" oleh organisasi karena kekuatan dan juga tingkah lakunya saat bekerja.
"Tidak perlu. Kalau bala bantuan musuh datang kita bakal repot. Ayo cepat!" [Ars]
"Ah, baik!" [Sajji]
Sajji menjawab dengan kuat, dan mulai mengikutiku.
Kota gelap Parakenos sangatlah sibuk setiap saat, bahkan di malam hari hingga kota ini dijuluki 《Kota Tanpa Malam》.
Tidak peduli apapun ras, negara, umur, dan berapapun umurmu.
Semuanya bisa kalian temukan di kota gelap ini.
Kami lompat dari genteng ke genteng, agar tidak terlihat oleh sinar lampu jalanan.
"Hmm, Aniki! Dari dulu kepikiran, Aku boleh nanya gak?" [Sajji]
"Ya, boleh saja." [Ars]
"Kenapa kau memakai senjata api saat bekerja? Kalau Aku penyihir sepertimu, pastinya lebih cepat kalau pakai sihir untuk membunuh targetku!"
Senjata api, huh.
Orang-orang yang bisa menggunakan sihir cenderung membencinya, dan memanggil benda tersebut "senjata untuk orang biasa".
Yaah, tidak salah sih kalau dibilang sihir itu lebih mudah digunakan.
Sihir bisa digunakan ke tubuhmu sendiri, dan kalau dilatih, juga bisa digunakan untuk menyerang dengan kekuatan yang lebih dari senjata api. Tapi...
"Simpelnya, Aku tak mau meninggalkan jejak di tempat perkara." [Ars]
"Maksudnya?" [Sajj]
"Setelah digunakan, sihir akan meninggalkan bekas kekuatan sihir, kan? Dan kekuatan sihir tersebut bisa disamakan dengan informasi pribadi penggunanya. Jadi, sebisa mungkin Aku tak mau meninggalkan jejak di TKP." [Ars]
Sudah lama sejak gaya membunuh yang bergantung dengan sihir diterima oleh banyak orang.
Dan sekarang, banyak teknik yang dikaji dan dikembangkan untuk membunuh para penyihir.
Dengan begitu, kemampuan yang dibutuhkan oleh penyihir pembunuh bayaran semakin meningkat setiap tahunnya.
"Hm? Sepertinya ada yang mengejar kita saat mengobrol tadi." [Ars]
Kekuatan sihir disekitar mereka stagnan, dan suara unik yang keluar dari batu sihir yang terbakar terdengar.
Senjata sihir terbang di langit malam dan menghalangi sinar rembulan, layaknya sekelompok burung.
"Wah, itu apa? Huh!?" [Sajji]
Heh.
Sepertinya ini kali pertama Sajji melihat senjata tersebut.
"Pelacak tak berawak, atau disebut juga MK02. Mereka melacak sihir yang ditinggalkan targetnya kemanapun mereka berada. Senjata sihir yang sangat canggih." [Ars]
Tidak mungkin Aku meninggalkan jejak sihir di TKP.
Kemungkinan besar mereka mengikuti jejak sihir yang ditinggalkan Sajji.
"Entah bagaimana, Aku tidak bisa menembak jatuh mereka!"
Dengan arogan, Sajji menjawab dan menembakkan mantra api kesukaannya ke langit.
"Seri Api, 《Burning Bullet》!" [Sajji]
Hmm, kekuatannya lumayan juga.
Dia pantas untuk menjadi anggota 《Nameless》 di usianya yang masih muda.
Namun...
Sihir yang ditembakkan oleh Sajji dihindari dengan mudah oleh MK02.
"Percuma. Mereka bisa melacak sihir disekitar mereka. Tidak mungkin kau bisa mengenai mereka." [Ars]
MK02 bisa melacak sihir dari targetnya, jadi mereka juga bisa menghindari semua jenis sihir, apapun tipenya.
"Ehhh...!? Jadi bagaimana cara kita mengalahkannya!?" [Sajji]
Hmmm...
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengalahkan mereka, tetapi cara tercepat adalah dengan memanfaatkan kebiasannya.
Satu-satunya cara mengalahkan mereka tanpa membuatku lelah.
"Ah, Aniki... Apa yang kau lakukan?" [Sajji]
Saat Sajji kebingungan di belakangku, Aku mengangkat tangan kananku ke langit malam di atas.
Tanpa henti, Aku menembakkan delapan peluru ke udara dengan cepat.
Dua peluru pertama sudah diperkuat dengan sihir.
Tujuannya, untuk mengarahkan pergerakan musuh ke kedua peluru tersebut.
Keenam peluru lainnya, hanyalah peluru biasa.
Walau sensitif terhadap serangan sihir, MK02 menghiraukan semua tipe serangan lainnya.
Sesaat kemudian, ledakan besar bisa terdengar di udara.
Setelah mengarahkan target dengan mudah, Aku berhasil memusnahkan keenam senjata musuh di saat yang sama.
"Lihat. Senjata orang biasa bisa berguna juga, huh?" [Ars]
Aku bergumam sendiri sembari menyaksikan jatuhnya senjata musuh yang sudah terbakar.
====================
Comments
Post a Comment