====================
Chapter 06 - Pemanasan Sebelum Ujian
"Hmm... benar-benar, memang hari yang sial bagiku. Kukira berbicara dengan sampah seperti dia sudah cukup buruk bagiku. Tak kusangka rakyat jelata muncul dan memperkeruh suasana." [Deluc]
Deluc mengubah targetnya dari si perempuan rambut merah dan mulai mengejekku.
Dari sudut pandangnya, rakyat jelata sepertiku pasti kelihatan lebih buruk dari bangsawan bintang satu.
"Oi, berhenti kau rakyat jelata! Apa yang kau lakukan di sini?!" [Deluc]
"Hmm... Sepertimu, Aku cuma mendaftar ke sekolah ini... Memangnya ada alasan lain bagiku untuk datang kemari?" [Ars]
Setelah mengatakan hal tersebut, Aku mengeluarkan tiket ujian masuk dari dalam kantungku dan memperlihatkannya pada mereka.
Dan suara dari kerumunan semakin keras saat mereka melihat tiket ujian masuk di tanganku.
"Hah, dia serius?!"
"Jelata sepertinya mau mengikuti ujian masuk? Memangnya mungkin!?"
Aku tidak kaget melihat mereka yang terkejut setelah tahu kalau Aku datang untuk ujian.
Yaah, Aku sendiri juga terkejut setelah Ayah bilang padaku.
Akademi Sihir Kerajaan adalah salah satu dari segelintir sekolah yang mengizinkan siapapun untuk mengikuti tes, tak peduli mau dia seorang bangsawan atau rakyat jelata.
Tapi, yang ku tahu tidak pernah ada rakyat jelata yang lulus dari ujian, jadi tidak masuk akal kalau orang sepertiku ingin masuk ke akademi ini.
"Kampungan...! Ingin mengambil ujian masuk kau bilang...! Kau kira Akademi Sihir Kerajaan ini apa, hah?! Aku tak pernah merasa direndahkan seperti ini sebelumnya...!" [Deluc]
Dengan urat yang muncul di dahinya, Deluc kelihatan marah besar.
Astaga.
Dia merasa direndahkan hanya dengan hal seperti ini. Dia pasti hidupnya pasti sangatlah dangkal.
"Bersiaplah, bocah kampungan! Akan kutunjukkan betapa menakutkannya kekuatan bangsawan bagi kalian!" [Deluc]
Setelah bercakap besar seperti itu, Deluc menghunus pedang yang berada di pinggangnya.
Heh.
Mengeluarkan pedang ditengah keramaian seperti ini kurasa tidak baik.
"Kuhahaha! Matilah kau!" [Deluc]
Walau mengayunkan pedang seperti itu, jelas terlihat kalau dia tidak memiliki niat membunuh.
Aku tak suka orang seperti dia.
Menggunakan kata "bunuh" walau tak memiliki niat membunuh sama sekali.
Aktifkan sihir — 《Perkuat Ketahanan》*
Dengan begini, kuputuskan untuk menggunakan tiket ujian masuk yang ada di tanganku sebagai perisai dengan mengalirkan sihir kedalamnya.
"A-Apa...!?" [Deluc]
Hmm...
Kualitas kertas yang dipakai para bangsawan bagus juga.
Cara sihir mengalir dalam kertas ini berbeda dengan gulungan yang biasa kugunakan.
Deluc yang serangannya berhasil kutahan, membuat ekspresi terkejut di wajahnya.
"Hmmm? Tadi kau bilang ingin membunuhku?" [Ars]
"Kau...! Jangan anggap kau bisa mengejekku!!" [Deluc]
Dengan amarah yang memuncak, Deluc mengayunkan pedang sekuat yang dia bisa.
Mungkin provokasiku tadi memberikan efek, serangannya yang sekarang kurasa lebih kuat dari sebelumnya.
Namun, Aku rasa dia masih menahan diri saat menyerangku dengan pedangnya barusan.
Apa karena ditengah kerumunan seperti ini, membuat dia jadi ragu untuk bertarung sekuat tenaga?
Tidak mungkin.
Bagaimanapun juga, kurasa sudah saatnya bagiku untuk mengakhiri permainan ini.
"Matilah kau! Aaaaaaahhh!!!" [Deluc]
Aku menghindari pedangnya dengan melangkah satu langkah ke belakang.
Aktifkan Sihir Penguat Fisik — 《Perkuat Jari》
Kutaruh tenaga di ujung jariku, dan mendekatkannya ke telinga Deluc.
"Gwah! Gwaaaaaaa!" [Deluc]
Deluc yang terkena suara kencang di dekat telinganya, terjatuh dengan cepat ke tanah.
"O-Oi... A-Apa yang kau lakukan padaku?" [Deluc]
Yaah, Aku hanya menjentikkan jari.
Seperti bocah perkampungan kumuh lainnya yang tidak punya mainan, mereka beradu siapa yang bisa mengeluarkan suara terkencang dari jentikan jarinya.
"Ah... Ughh, aaahh..." [Deluc]
Sepertinya suara jentikan jariku melumpuhkan keseimbangan tubuhnya.
Ada organ yang mengatur keseimbangan di balik telinga, yang disebut juga dengan saluran setengah lingkaran.
Menggunakan sihir untuk "memperkuat suara yang dikeluarkan oleh jariku", Aku dapat melumpuhkan semua saluran setengah lingkaran yang ada di telinga Deluc.
Baiklah.
Setelah menyingkirkan orang yang menggangguku, tidak ada alasan bagiku untuk berdiam di sini.
"Ah, anu...! T-Tunggu sebentar!" [?]
Sebelum Aku memasuki gerbang sekolah, Aku dipanggil oleh si perempuan rambut merah, tapi kuputuskan untuk menghiraukannya dan terus berjalan ke depan.
Akan jadi masalah kalau Aku terus ikut campur, ujian masuknya saja belum mulai.
Lebih baik Aku pergi dari tempat ini secepatnya.
-----------------------
TL Note:
Di chapter 02, Ars mengaktifkan sihir "Pertahanan", di chapter ini dia mengaktifkan sihir "Ketahanan" (kanji yang digunakan adalah 《耐性 強化》untuk pertahanan, dan 《耐久力 強化》untuk ketahanan). Sihir Pertahanan, dilihat dari chapter yang sudah ada, sepertinya untuk memperkuat pertahanan tubuh sedangkan Sihir Ketahanan dipakai untuk memperkuat ketahanan sebuah benda.
Mungkin akan ku revisi lagi nanti.
Di chapter 02, Ars mengaktifkan sihir "Pertahanan", di chapter ini dia mengaktifkan sihir "Ketahanan" (kanji yang digunakan adalah 《耐性 強化》untuk pertahanan, dan 《耐久力 強化》untuk ketahanan). Sihir Pertahanan, dilihat dari chapter yang sudah ada, sepertinya untuk memperkuat pertahanan tubuh sedangkan Sihir Ketahanan dipakai untuk memperkuat ketahanan sebuah benda.
Mungkin akan ku revisi lagi nanti.
====================
Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya
Comments
Post a Comment